LENSAINDONESIA.COM: Pelaksanaan Asesmen Nasional Bebasis Komputer (ANBK) untuk melakukan penilaian terhadap mutu Sekolah Menengah Pertama (SMP), MTs dan sederajat di Surabaya berlangsung mulai 4 sampai 7 Oktober 2021.

Dari hasil monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya bersama Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), ANBK yang berlangsung dalam situasi pendemi COVID-19, sejauh ini masih berlangsung aman karena setiap sekolah wajib melaksanakan prosedur yang cukup ketat.

Setiap guru, siswa, guru dan tenaga pendidik wajib menjalani pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki kelas, selalu jaga jarak, baik di luar ruang kelas maupun di dalam kelas, penggunaan masker, cuci tangan dan penggunaan hand sanitizer.

“Kita berharap kerjasama dan dukungan semua pihak, terutama orang tua murid untuk menjaga anaknya selalu disiplin mematui prosedur yang ditetapkan Tim Satgas COVID-19. Disamping itu marilah kita selalu berdoa kepada Allah Yang Maha Esa agar pelaksanaan ANBK di Surabaya berlangsung lancar, aman, sukses dan meraih hasil yang terbaik,” pesan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo, Selasa (05/10/2021).

Dinas Pendidikan Kota Surabaya tak pernah putus melakukan pemantauan dan monitoring pelaksanaan ANBK sehingga sekecil apapun kejadian di lapangan, segera diketahui dan dicarikan solusi dan tindakan konkritnya.

“Di sekolah kami untuk pelaksanaan ANBK menggunakan tiga kelas, dengan jumlah siswa peserta 45 anak, lima siswa cadangan. Ini sesuai prosedur Dinas Pendidikan Surabaya, disamping itu prosedur Satgas COVID-19 juga kami terapkan dengan ketat dan disiplin. Kami melibatkan OSIS untuk tugas menjaga kedisiplinan siswa di sekolah,” tegas Kepala Sekolah SMPN 31, Darsono.

Bahkan SMPN 31 yang berlokasi di Jl Dukuh Bulak Banteng Sekolahan Kecamatan Kenjeran itu, menerapkan juga aturan siswa harus diantar jemput, “Jika tidak, mereka akan kami pulangkan,” tegas mantan pendidik di SMPN 29 itu.

Menurutnya, tidak ada kesulitan berarti dalam melaksanakan ANBK tahun ini karena semua prosedur dan juknisnya sudah ada sehingga sekolah tinggal mempersiapkan siswa dan sarana seperti yang ditetapkan.

“SMP Untag menyiapkan dua kelas dan tiga ruang komputer untuk pelaksanaan ANBK ini, Dan semua sudah siap, termasuk 45 siswa kelas 8 yang akan mengikuti,” ujar Erlyan Aprianto, Pendidik SMP Untag disela-sela menyiapkan ruangan kelas.

Untuk persiapan pelaksanaan ANBK, menurut tenaga pendidik SMP yang berlokasi bersebelahan dengan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jl Nginden Surabaya itu, semua elemen yang terlibat, mulai siswa, guru, tenaga pendidikan dan petugas keamanan, sudah melakukan vaksin dan swab. “Prosedur kesehatan sudah kami lakukan juga,” tegasnya.

Erlyan menambahkan, tahun ajaran ini, 2021/2022, SMP Untag cukup mengalami petumbuhan penerimaan siswa, yakni tiga kelas dari pada dua tahun sebelumnya yang hanya mendapat dua kelas dimana setiap kelas nya bersisi 32 siswa.

“Ini karena ada pembaharuan aturan penerimaan siswa baru yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya,”´katanya.

Bagi sekolahnya, pelaksanaan ANBK di tengah pendemi tahun ini, termasuk persiapan prosedur ijin orangtua, vaksin dan swab, berjalan lancar. Hal ini berbeda dengan yang dialami SMPN 31, dimana masih ada kekurangmengertian dari orang tua murid akan pentingnya swab sebelum anak didik menjalani ANBK.

“Ini yang menjadi tugas tambahan bagi guru untuk memberikan penerangan kepada orang tua murid. Memang ada yang memahami tetapi ada juga yang belum,” pungkas Darsono.@LICOM/joe