LENSAINDONESIA.COM: XL Axiata terpilih menjadi operator mitra kerja sama pemerintah pada program penyediaan layanan seluler 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Merujuk pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) tersebut, program ini bagian dari realisasi jaringan 4G Universal Service Obligation (USO) yang dikoordinasi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa menyampaikan, total ada 132 titik desa kategori 3T yang berada di tujuh provinsi yang akan dikelola melalui program USO ini. Semua titik itu ada di area yang benar-benar terpencil, bahkan hampir semuanya berada di perbatasan wilayah NKRI dengan wilayah negara tetangga atau perairan internasional.

“Sebab itu kami merasa terhormat dipercaya pemerintah untuk mengelola jaringan dan layanan 4G di titik-titik terpencil tersebut, ini tak hanya bicara tentang bisnis, tapi juga menyangkut bagaimana kami terpanggil untuk turut memperkuat kedaulatan wilayah Republik Indonesia,” ungkapnya.

Pada program ini, lanjutnya, XL Axiata bertugas mengintegrasikan infrastruktur jaringan 4G USO yang disediakan oleh BAKTI dengan jaringan core dan billing milik XL Axiata, termasuk melayani pelanggan secara end to end. Penetapan setiap titik lokasi ditetapkan oleh pemerintah.

“BAKTI bertugas sebagai penanggung jawab penyedia infrastruktur radio dan backhaul hingga ke titik point of integration dengan operator seluler,” tandas Gede.

Dari titik-titik lokasi jaringan 4G USO yang akan dikelola XL Axiata tersebut, beberapa ada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan.

Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada juga antara lain Pulau Jemur, Rupat Utama, dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. Titik lain ada di desa-desa terpencil yang tersebar di Pelalawan (Riau), Singkil (Aceh), Bintan (Kepulauan Riau), Seluma (Bengkulu), dan Pesisir Barat (Lampung).

“Semua jaringan yang dibangun dalam program ini merupakan jaringan 4G dan akan menggunakan koneksi vsat dan terestrial. Semua aspek teknis pembangunan infrastruktur jaringan radio dan transport sampai ke titik interkoneksi dengan operator, akan ditangani oleh BAKTI. Untuk operasional, kami tunggu pembangunan infrastruktur ini rampung, sehingga kami integrasikan dengan jaringan core, billing dan system layanan pelanggan kami. Informasi yang kami terima, pembangunan di sejumlah titik lokasi sudah akan dilaksanakan sebelum akhir tahun, selebihnya di tahun depan,” tutur Gede.@Rel-Licom