LENSAINDONESIA.COM: Djoni (38) asal Banda Aceh yang tinggal di Pakuwon City San Antonio Blok N, Surabaya, dan SB (34) asal Kediri yang kos di Jl Rungkut, ditangkap Unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Keduanya diduga menggelapkan 9 kilo emas murni 7 batang, pada 31 Agustus 2021 lalu.

Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda, tersangka Djoni diringkus di salah satu cafe di apartemen Jl MH Thamrin, Tangerang, pada 1 Oktober 2021. Sedangkan, tersangka SB ditangkap di Pasar Wadung Asri, Waru, Sidoarjo pada 2 Oktober 2021.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, tersangka Djoni sebagai kurir PT Indah Golden Signature diperintahkan wakil kepala gudang, mengambil emas batangan 7 kilo yang telah dimurnikan di Toko Emas Sumber Baru Pasar Atom Surabaya.

“Tujuh batang emas tersebut dibawa tersangka DJ berputar-putar di Sidoarjo untuk menjual emas yang dibawanya dengan cara memotong kecil-kecil,” jelas Brigjen Slamet Hadi dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Jumat (8/10/2021) siang.

Kemudian salah satu emas batangan yang dipotong menggunakan gerinda itu, dibeli 20 gram oleh SB seharga Rp 8 juta. Selain itu, Djoni juga menjual sisa emas yang berhasil dipotong itu kepada seseorang di Tangerang. Dari penggelapan ini, PT Indah Golden Signature diduga mengalami kerugian 6 miliar. “Dari penggelapan 7 batang ini, kerugian yang dialami PT IGS sekitar Rp 6 miliar,” tambahnya.

Brigjen Slamet Hadi berpesan kepada masyarakat, supaya tidak gampang percaya kepada seseorang, meski orang tersebut ada kedekatan.

“Bagi pelaku usaha supaya mengutamakan faktor keamanan. Jangan terlalu mempercayakan sesuatu ke seseorang hanya berdasar faktor kedekatan,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka Djoni, polisi mengamankan barang bukti 7 emas batangan dengan berat 9 kilogram, uang Rp 7.589.500, 1 ponsel, 1 gerinda, 1 tang dan 1 buku tabungan berikut ATM. Sedangkan dari tangan SB, polisi mengamankan uang tunai Rp 1 juta dan 1 timbangan digital.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 374 KUHP Sub pasal 372 KUHP dan pasal 480 terkait penggelapan dan penadahan, dengan ancaman tertinggi 5 tahun penjara. @wendy