LENSAINDONEIA.COM: Untuk mengantisipasi manipulasi dalam perdagangan saham, tidak lama lagi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru. Yaitu, secara resmi akan menggunakan robot dalam setiap trading di bursa saham. Bahkan, aturan tersebut sudah mulai digodok.

Kini, BEI memang sudah memperbolehkan perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) menggunakan fitur automated ordering. Yang di dalamnya adalah Direct Market Access (DMA) atau algoritma trading atau dalam bahasa populer sering disebut sebagai robot trading.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono Widodo mengatakan, robot trading dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menyampaikan rencana pola penyampaian order secara elektronik yang akan digunakan kepada bursa dan baru dapat digunakan setelah mendapat persetujuan.

“Bursa mengevaluasi pola penyampaian order pada fitur automated ordering tersebut untuk memitigasi order yang disampaikan nantinya tidak menimbulkan manipulasi terhadap pasar,” jelas Laksono, kepada wartawan.

Dengan demikian, kata Laksono, otoritas bursa akan mengatur lagi soal regulasi penggunaan  robot trading dalam peraturan III-K tentang fasilitas pesanan langsung dan penerapan automated ordering oleh AB yang akan dilengkapi dengan panduan teknis.

Dalam pengaturan itu, diantaranya mengatur mekanisme penyampaian order, ketentuan bahwa order tidak boleh memanipulasi pasar dan pelaksanaan risk manajemen AB. Juga, tanggung jawab dan kewajiban bagi AB untuk melakukan monitoring terhadap order yang bersifat otomatis. Kemudian, AB memiliki tanggungjawab PIC (person in charge) yang melakukan monitoring. @rd