LENSAINDONESIA.COM: Ormas nasionalis Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) bertekad ‘pasang badan’ dan siap mendukung total Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tetap maju Capres 2024, kendati pun belakangan diterpa isu sebutan Celeng.

“DPN Kombatan sebenarnya menggemingkan sebutan Celeng itu, karena isu sakit hati. Tapi, saya pribadi sebagai kader PDI Perjuangan sejak masih bernama PDI, menolak keras. Mengingat, sahwatnya hanya ingin menggembosi pendukung, sekaligus melemahkan nama besar Ganjar Pranowo kader potensial partai untuk maju Capres 2024,” tegas Budi Mulyawan, Ketua Umum DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Kombatan, Budi Mulyawan, dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Ormas nasional yang sebelum dideklarasikan setahun lalu, merupakan relawan militan Joko Widodo dua kali Capres ini, menurut Budi Mulyawan –akrab dipanggil Cepi–, memutuskan ‘pasang badan’ dan mendukung total Ganjar Pranowo, karena tidak ingin estafet kepemimpinan figur nasionalis, sekaligus petugas terbaik PDI Perjuangan, Joko Widodo beresiko dikorbankan hanya karena dorongan ambisi-ambisi genit dan emosional.

“Suksesi Pilpres 2024 mendatang momen menentukan kesejarahan PDI Perjuangan dan kalangan nasionalis. Jangan ada yang coba-coba memaksakan diri bersahwat spekulatif. Harus diingat, politik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari politik global. Jangan sampai realita Pilpres 2009 (Pilpres langsung pertama) terulang. PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 1999, gagal menggolkan Capres Ibu Megawati menjadi Presiden, dikalahkan oleh SBY,” kata Cepi, yang termasuk pelaku sejarah Tragedi “Kudatuli”.

Ketua Umum DPN Kombatan Budi Mulyawan bersama Presiden Jokowi. @foto:ist

Cepi mempertegas, harus dirasionalkan secara cermat bahwa Pilpres 2024 beda dengan Pilpres 1999 yang dipilih lewat MPR. Peran politik global harus dicermati. Jika PDI Perjuangan, lanjut dia, tidak bernas mengusung figur Capres yang tepat, sangat beresiko besar Pilpres akan kalah. Pileg (Pemilihan Legislatif) pun, kata dia, juga bisa kalah akibat figur Capres tidak mampu berperanan besar mendongkrak suara para Caleg peserta Pileg.

“Jika realita itu terjadi, sangat mungkin PDI Perjuangan akan mengalami keniscayaan seperti partai lain yang terdepak dari partai tiga besar di Indonesia. Artinya, ini identik ideologi dikorbankan hanya karena ambisi pragmatis. Lantas, siapa yang lebih tepat disebut Celeng?” tandas Cepi, mempertanyakan.

DPN Kombatan, kata Cepi, jauh-jauh hari sudah menyatakan mendukung penuh Ganjar maju Capres, karena hanya dialah kader PDI Perjuangan yang layak. Ganjar, lanjut dia, tidak hanya memiliki track record mumpuni jadi Presiden mendatang. Dia Gubernur Jawa Tengah yang mengharumkan PDI Perjuangan. Juga punya pengalaman dua periode sebagai legislator di DPR RI.

“Latar belakang Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah juga dari rakyat biasa. Bahkan, ayahnya seorang polisi Brimob terbiasa hidup di masyarakat bawah. Bangsa ini punya pengalaman Presiden Joko Widodo yang dari rakyat biasa dan memahami penderitaan masyarakat bawah, sehingga selama dua periode menjadi Presiden dekat dengan nasib rakyat bawah. Legacy ini jangan sampai tidak berlanjut, karena presiden berlatar belakang tidak pernah hidup susah,” tutur Cepi.

BAMBANG PACUL PATUT DIBERI SANKSI

Tudingan Celeng yang dilontarkan Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah, Bambang Pacul –sebutan akrab Bambang Wuryanto– untuk kader partai yang mendukung Ganjar maju Capres 2024 di luar instruksi DPP PDI-Pi, dinilai Cepi, berpotensi memecah belah soliditas kader partai dan tidak memberi pendidikan politik sehat bagi warga bangsa.

“Ingat, Bambang Pacul orang yang bertanggungjawab dalam pemenangan Pemilu di PDI PERJUANGAN. Bila dibiarkan, ini berbahaya. Kalau pemenangan Pemilu masih dipimpin Bambang, berpotensi merusak citra baik dan kepercayaan masyarakat terhadap PDI Perjuangan,” tegas Cepi.

“Karena itu, DPN KOMBATAN meminta kepada Ibu Megawati (Ketum PDI Perjuangan), untuk tidak tebang pilih terhadap kader partai yang bermasalah. Bambang Wuryanto patut diberi sanksi,” imbuh pimpinan Ormas yang didukung banyak kader-kader senior PDI Perjuangan ini.

Walaupun Bambang melempar isu stigma Celeng pada pendukung Ganjar, Cepi menilai, faktanya malah sangat menguntungkan Ganjar.

“Saya pastikan siapa pun yang punya niat menjatuhkan Ganjar Pranowo, faktanya meleset. Media-media nasional dan lokal mengangkat isu Celeng itu jadi polemik. Ini energi mengawali start dongkrak popularitas Ganjar Pranowo. Dari sisi ini, pendukung Ganjar Pranowo patut terima kasih mendapat “energi gratisan,” ucap Cepi.

Hanya saja, lanjut Cepi, pihaknya menyayangkan di antara pendukung Ganjar yang marah diisukan Celeng, bereaksi memunculkan simbol kepala Celeng dengan menonjolkan mulut moncong mirip babi.

“Seharusnya tidak perlu direspon ekstrim memunculkan simbol Celeng atau babi hutan begitu. Ini bisa kontraproduktif mempersempit pendukung Ganjar Pranowo. Sayang, kalau simpatisan Ganjar Pranowo dari kalangan mayoritas mundur,” pungkas Cepi. @licom_09