LENSAINDONESIA.COM: Ari Setiawan (22), buronan kasus penganiyaan yang menewaskan Zainal Fattah (25), seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS) diamankan polisi dalam kasus penjabretan Jl Tambak Langon, Surabaya, Kamis 7 Oktober 2021.

Dalam penjabretan yang dilakukan, Ari Setiawan pelaku berpura-pura naik angkot. Ia mengincar ponsel milik Gita Dian Navela (22), seorang penumpang perempuan asal Lamongan yang duduk disamping sopir.

Saat Gita mengelurkan posel untuk menelpon seseorang, Ari Setiawan lantas meminta sopir berhenti. Ia lantas turun membayar ongkos, saat berada di pintu samping angkot itu, pemuda asal Jl Bogen, Surabaya lalu merampas ponsel milik Gita.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pengejaran dan menagkap Ari Setiawan. Oleh warga Ari Setiawan lantas diserahkan ke petugas Polsek Asemrowo.

Kapolsek Asemrowo Kompol Hary Kurniawan membenarkan bahwa pelaku jambret yang ditangkap warga tersebut merupakan seorang DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus penganiayaan yang menewaskan Zainal Fattah seorang AWS di Jl Kalimas Baru III Surabaya pada 23 April 2021 lalu.

Hary menyampaikan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait penangkapan DPO ini.

“Betul (buronan kasus penganiayaan /pengeroyokan), sudah koordinasi dengan Jatanras Polres. Terima kasih infonya,” kata Hary, Selasa (12/10/2021).

Nia, adik kandung Zainal Fattah juga membenarkan bahwa pemuda yang ditangkap dalam kasus jambret tersebut merupakan salah satu pelaku penganiayaan yang melarikan diri.

“Iya Mas, itu Ari yang DPO itu,” katanya kepada lensaindonesia.com melalui sambungan ponsel Selasa malam.

Setelah tertangkapnya Ari Setiawan, hingga saat ini masih ada dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan Zainal Fattah, mahasiswa AWS yang masih belum ditangkap. Meraka adalah SND dan RZK.

Terkait dua terduga pelaku yang masih buron tersebut, Kanit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Agung Suciyono mengatakan masih melakukan upaya penangkapan. “Siap. Masih terus diupayakan ditangkap,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini ada tiga pelaku penganiayaan Zainal Fattah yang sedang menjalani proses peridangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Mereka adalah Hendra Setiawan (22), Muhammad Imbron (20) dan Achmad Gufron (23).@wendy