LENSAINDONESIA.COM: Untuk menjaga lingkungan hidup sekitar, komunitas pecinta lingkungan bernama Sungai Watch Pamekasan (SWP) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan segera melakukan optimaliasi Program Kali Bersih (Prokasih).

Aktivis lingkungan SWP menyampaikan hal itu ketika melakukan kunjungan ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jl Kabupaten 107. Kedatangan mereka disambut baik oleh anggota DPRD setempat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Menurut Ketua SWP, Moh Jatim, terdapat lima program lingkungan hidup dalam skala nasional yang jadi kewajiban pemerintah daerah.

“Terdapat sebanyak 5 (lima) program lingkungan hidup dalam skala nasional yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dengan melibatkan warga, program itu juga menjadi indikator peningkatan DID (Dana Intensif Daerah). Meliputi Adipura, Sekolah Adiwiyata, Program Kelurahan Bersih, Prokasih dan Pantai Lestari,” ujar Moh Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, SWP secara khusus mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pengelolaan kali, sungai dan sanitasi yang dinilai dapat menjadi bagian dari lokomotif kesejahteraan masyarakat. “Dengan ini kami mendorong pemerintah kabupaten agar menggalakkan prokasih,” ungkapnya.

Kata Moh Jatim lagi, Program Prokasih juga untuk peningkatan kualitas air sungai.

“Prokasih ini merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan kualitas air sungai, sehingga memenuhi fungsi dan peruntukannya khususnya. Apalagi hal ini juga menjadi amanat Undang-Undang Dasar 1945, GBHN, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982, serta regulasi lainnya,” paparnya.

Dia menyebut jika kini kelestarian sungai justru semakin terancam, sehingga terjadi penurunan kualitas air. Sedangkan, kebutuhan air bersih semakin meningkat dan dibutuhkan.

“Hal itu tidak lepas dari peningkatan jumlah penduduk, sehingga harus benar-benar diberdayakan untuk kesejahteraan mereka,” kata dia.

Lebih jauh, lanjutnya, Prokasih bertujuan dalam pelestarian lingkungan. Mulai mmelestarikan hutan, tidak buang sampah hingga limbah di sungai.

“Untuk tujuan Prokasih ini, di antaranya melestarikan hutan dan hulu sungai, tidak buang air kotor ke sungai, tidak membuang sampah ke sungai, serta tidak membuang limbah rumah tangga maupun industri ke sungai,” tambah dia.

”Tentukan salah satu kali sebagai pilot project dalam upaya menggalang kampanye Prokasih, sehingga kedepan bisa dikembangkan pada kali lainnya,” pungkasnya.@rd