LENSAINDONESIA.COM: Pengambilan Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Bank BTN Kantor Cabang Surabaya Jl Pemuda 50 dihadiri ratusan orang. Akibatnya, terjadi kerumunan yang dikhawatirkan menimbulkan cluster Covid-19, meski saat ini sudah landai.

Satgas Covid-19 Surabaya merespon hal ini dengan cepat. Masyarakat yang antre namun tidak termasuk dalam list dibubarkan dan diimbau meninggalkan lokasi.

Salah satu warga yang tidak termasuk dalam list mengeluhkan sistem pembagian BSU, yang dilakukan kementerian melalui Bank BTN ini. Sebab, hingga 4 hari ini dirinya tidak masuk dalam list meski sudah menunggu lama.

“Sudah empat hari ini saya gak dapat. Dibukanya kan jam 8, saya datang sejak pukul 7 masih gak dapat. Dari cabang BTN di Dharmawangsa, saya diarahkan kesini,” kata warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (13/10/2021) malam.

Udin sekuriti Bank BTN menuturkan, dirinya telah menjelaskan kepada warga yang mengantre ,tetapi tidak masuk list. Dia menilai, warga yang tidak bisa memahami.

“Sebenarnya mereka saja yang gak paham, kuotanya 100 mulai jam 8. Karena memburu uang gitu ya, kan namanya uang itu sensitif ya. Saya sudah ngasih tau meski BSU ini diambil besoknya juga gak papa, gak harus sekarang,” jelasnya dengan wajah yang terlihat lelah.

Sementara Danki Senopati BPBD Linmas Surabaya, Budiono mengungkapkan, pembubaran massa tersebut dilakukan atas dasar pencegahan klaster baru Covid-19.

“100 orang sudah memenuhi kuota, yang antre ini kami bubarkan karena gak bakal dilayani juga. Namanya belum masuk list. Ini kan masih pandemi dan kita menjaga supaya Surabaya tetap zona hijau,” pungkasnya. @wendy