LENSAIDONESIA.COM: Menteri Sosial Tri Rismaharini menuai protes sejumlah aktivis. Hal tersebut terjadi saat kunjungan kerjanya di Lombok Timur dengan aksi protesnya.

Seperti pada salah satu video yang beredar menampilkan dua orang mendekati lokasi penyambutan di Desa Tete Batu Selatan Kecamatan Sikur dan meneriaki Risma untuk mencopot jabatan Kepala Dinas Sosial dengan alasan mengantongi rekam jejak buruk di provinsi tersebut.

Dalam kondisi tersebut, Risma menanggapi dengan menuntut data. Bahkan, aksi saling teriak antara Risma dan pengunjuk rasa ini berbuntut panjang pada sepak terjang Risma di tengah ruang publik.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka di tengah masa reses di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur menyampaikan, bahwa Risma bekerja sebagaimana mestinya. Menteri Sosial sedang fokus dalam berbagai perbaikan kinerja di Kemensos terkait data dan teknis penyaluran bansos.

“Bu Risma sedang berusaha menyelesaikan banyak pekerjaan rumah di Kemensos seperti perbaikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), teknis penyaluran bansos, mengembangkan berbagai program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, biarkan Bu Risma bekerja. Kita mendukung perbaikan yang dilakukan Bu Risma di Kemensos,” tegas Diah Pitaloka di Jakarta, Kamis (14/0/10/2021).

Ia menambahkan, perbaikan-perbaikan itu terus dilakukan terkait penyaluran bansos dan mengajak seluruh pihak berkolaborasi untuk membangun kinerja positif dalam upaya peningkatan kinerja di Kemensos.

Saat kunjungannya di Lombok TImur, Risma mengatakan, DTKS Kemensos sudah tidak memiliki masalah dimana tidak ada lagi data yang ganda. Tercatat dari April 2021, Kemensos sudah menidurkan sekitar 21 juta DTKS ganda. Risma menyebut, Kemensos sering sekali memeriksa langsung Keluarga Penerima Manfaat di lapangan

Begitupun di Lombok Timur, kunjungan Risma untuk memantau proses penyaluran bantuan dengan mengumpulkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan TKSK.@Rel-Licom