LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 3000-an Emak-emak dari kalangan pedagang kecil dan keluarga kurang mampu yang tinggal di 14 kelurahan wilayah Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Bojongsari, selama empat hari hingga Sabtu (21/05/2022), menjemput Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng (Migor) yang dibagikan Koramil 05/Sawangan, Kodim 0508/Depok, di Balai Serbaguna Lapangan Parkir Surau Qutubul Amin, Kel. Duren Seribu, Kec. Bojongsari, Depok.

Emak-emak itu tiap hari berbondong-bondong untuk antre di Balai Parkiran Surau Qutubul Amin mulai Pukul 05.00 WIB. Suasana ini berlangsung sejak BLT Migor dibagian Rabu (18/05/2022). Selama tiga hari antrean warga baru selesai sekitar Pukul 16.00 WIB. Hanya pada Sabtu ini, antrean warga selesai sekitar Pukul 13.30 WIB.

“Selama tiga hari sejak Rabu target BLT yang dibagikan rata-rata untuk 1000 warga. Khusus hari Sabtu jumlahnya 750 warga,” kata Danramil 05/Sawangan Kapten Inf. Maman Jaya menjawab LensaIndonesia.com. Target ini pun terpenuhi. “Pas 750 (warga),” imbuh Maman Jaya, Sabtu (21/05/2022).

Danramil membenarkan warga penerima BLT Migor ini mayoritas dari kalangan emak-emak. “Perbandingannya 70 persen penerima BLT minyak goreng ini kalangan ibu-ibu, dan 30 persen bapak-bapak (pedagang kecil, red),” jelas Maman Jaya, yang mengerahkan seluruh Babinsa di jajarannya untuk menyeleksi penerima BLT Migor ini.

Antusiasme warga antre BLT Migor nampak cukup tinggi. Pelaksanaannya pun berjalan amat tertib dan lancar. Meski antre sejak pagi dan menunggu prosesi pembagian dimulai Pukul 06.30 WIB, warga ini nampak nyaman karena menempati kursi yang disediakan di dalam area Balai Serba Guna berkapasitas 1000 kursi.

Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Elvino Yudha Kurniawan saat memantau langsung prosesi pada hari pertama pembagian BLT Migor, mengapresiasi antusiasme warga dan fasilitas yang memadai serta lokasinya yang luas dan terbuka.

Dandim pada hari itu kebetulan meninjau empat titik pembagian BLT Migor yang disalurkan pemerintah lewat Kodim 0508/Depok. Selain wilayah Koramil 05/Sawangan, juga Koramil 03/Sukmajaya, Koramil 07/Limo, dan yang dipusatkan di Kodim 0508/Depok.

“Tentu sangat berterimakasih kepada Surau Qutubul Amin yang turut mendukung atas bantuan pemerintah yang disalurkan lewat TNI,” kata Danramil yang sebelumnya bertugas di Rindam Jaya, Kodam Jaya, Jakarta ini.

TERIMA KASIH PAK TNI

“Terima kasih Pak TNI. Alhamdulillah, bisa buat nambah-nambah kebutuhan. Saya terpaksa tidak dagang hari ini, karena harus ke sini sejak pagi. Itung-itung buang penghasilan sehari Rp50 ribu dari jualan jajanan anak-anak, tapi dapat BLT minyak goreng Rp300 ribu,” kata Bu Sunarti (35), Ibu dua anak tinggal di Kel. Curug, Kec. Bojongsari.

Tidak sedikit emak-emak yang harus meliburkan dagangannya demi menjemput BLT Migor yang dibagikan Koramil Sawangan ini. Bu Reni (30) warga Reni Jaya, Kec. Bojongsari juga memilih tidak jualan kue cucur yang rata-rata sehari berpenghasilan Rp50 ribu. Ini juga diakui Bu Ubaijah (40), pedagang pop ice di Curug, Bojongsari. Bu Umiyati (38) pedagang es, warga Duren Mekar, Bojongsari juga membenarkan.

“Buang Rp50 ribu dapat BLT Rp300 ribu. Mumpung lumayan. Kebetulan saya hari ini juga ada rencana ke rumah sakit. Jadi setelah dapat BLT ini, saya langsung ke rumah sakit,” kata Reni, ibu muda ini.

Tidak hanya emak-emak berpenghasilan minim yang meliburkan berdagang sehari demi antre menjemput BLT Migor. Bu Suryati (45), warga Kel. Prigi, Kec. Sawangan yang berdagang Soto Betawi di rumahnya pun terpaksa tutup sehari. Ini juga diakui Bu Nani (39), pedagang nasi uduk, warga Kel. Pasir Putih, Sawangan.

Begitu pula Bu Fitri (38) warga Duren Mekar, Bojongsari yang berpedagang lontong sayur di rumahnya menceritakan hal serupa. Bu Bunga (37), pedagang bakso di Cinangka, Kec. Bojongsari juga mengaku sama.

“Kalau lagi ramai yang bisa untung Rp100 ribu. Tapi, BLT Migor ini kan Rp300 ribu. Lumayan buat tambahan belanja,” kata Bu Suryati, warga Kel. Prigi itu.

Emak-emak yang tidak ingin menutup dagagangannya, rupanya juga punya trik sendiri. Bu Wiwik (39) warga Pengasinan, Kec. Sawangan menutup dagangannya sembakonya hanya saat ditinggal antre. Begitu pulang, dia mengaku tetap membuka dagangannya lagi. “Tutup saat saya tinggal ke sini bersama anak saya,” katanya, mengaku tetap buka lagi setelah siang menerima BLT.

Warga penerima BLT Migor ini juga tidak sedikit pula yang pada awal April 2022 saat Ramadan lalu menerima Bantuan Tunai PKL, Warung dan Nelayan sebesar Rp600 ribu. Koramil 05/Sawangan, Kodim 0508/Depok selama tiga hari juga bertempat di Lapangan Parkir Surau Qutubul Amin ini membagikan kepada 3802 warga.

“Saya berharap Pak Jokowi lewat Bapak-bapak TNI ngucurkan terus bantuan seperti ini. Sangat membantu karena selain minyak goreng, harga-harga kebutuhan pokok juga banyak yang naik,” kata Bu Suryati, usai foto di booth bergambar foto Presiden Joko Widodo di area penyaluran.

Selain warga emak-emak dan bapak-bapak pedagang kecil atau PKL maupun UMKM, penerima BLT Migor ini juga dari keluarga kurang mampu. Bu Daun (37), ibu dua orang anak warga yang mengontrak di wilayah Kel Pengasinan, Kec. Sawangan mengaku mendapatkan BLT Migor itu lewat koordinasi RT setempat dan Babinsa.

“Saya diberi formulir Pak RT. Alhamdulillah, bisa buat bantu-bantu kebutuhan keluarga,” kata Bu Daun, ibu dua orang anak yang suaminya bekerja berpenghasilan pas-pasan.

DITAMBAH SEHARI

Penyaluran BLT Migor ini sedianya berlangsung hingga Sabtu, akhirnya ditambah sehari pada Senin (23/05/2022). Pasalnya, karena selama beroperasi empat hari, ternyata belum memenuhi target penyaluran kepada total 3.750 warga.

“Ada sekitar 500-an warga yang tersisa yang harus dilayani. Jadi, kita lakukan lagi Senin lusa,” jelas Danramil soal agenda penyaluran ditambah sehari. @licom_09