LENSAINDONESIA.COM: Amerika Serikat (AS) menolak Ukraina yang meminta pasokan senjata sistem roket jarak jauh untuk menyerang Rusia. Penolakan itu disampaikan Presiden AS, Joe Biden.

Diketahui, sebelumnya Ukraina menyampaikan permintaan kepada sekutu untuk memasok senjata sistem jarak jauh, termasuk Multiple Launch Rocket System (MLRS). Sehingga, dapat menembakkan rentetan roket ratusan mil jauhnya, yang bisa menembus jantung kota Rusia.

“Kami tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang menyerang Rusia,” jelas Biden kepada awak media, usai tiba di Gedung Putih, dilansir dari Reuters.

Meski, Biden tidak mengesampingkan penyediaan sistem senjata tertentu, namun akan menempatkan persyaratan tentang bagaimana mereka digunakan.

Memang, pekan ini Biden dan timnya tengah mengerjakan bantuan paket peralatan militer baru. Dan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

“MLRS sedang dipertimbangkan, tetapi tidak ada yang memiliki kemampuan serangan jarak jauh di luar penggunaan medan perang,” kata seorang pejabat senior pemerintah.

Pemerintah Ukraina sendiri mendesak Barat menyediakan lebih banyak senjata jarak jauh untuk mengubah gelombang perang, yang kini masuk bulan keempat.

Namun, Biden ingin membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi menentang penyediaan senjata yang dapat digunakan Ukraina untuk ‘membunuh’ Rusia.

Sedangkan, The Washington Post melaporkan, Pemerintahan Presiden Biden condong ke pengiriman MLRS dan sistem lain, Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, yang dikenal sebagai HIMARS, sebagai bagian dari paket bantuan militer yang akan datang.

Meski sebelumnya, Biden dan sekutu AS bersedia memberikan persenjataan jarak jauh ke Ukraina, termasuk howitzer M777, saat Kyiv memerangi pasukan Rusia.

Tetapi, intelijen AS juga memperingatkan tentang risiko yang meningkat. Terutama mengingat ketidaksesuaian antara ambisi nyata Presiden Rusia Vladimir Putin dan kinerja militernya.

Baca Juga:  Wujudkan perdamaian dunia, BKSAP DPR: Indonesia harus bisa jembatani konflik Rusia-Ukraina

Selain itu, Ukraina sudah menerima rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan howitzer self-propelled dari AS. @rd