LENSAINDONESIA.COM: Hingga kini Swiss masih mempertahankan diri sebagai negara yang netral. Bahkan, negara ini menolak keras ketika diminta mengirim senjata ke Ukraina.

Behkan, Swiss menyatakan veto atas permintaan Denmark untuk mengirim kendaraan pengangkut personel lapis baja ke Ukraina. Swiss beralasan kebijakan netralitasnya itu untuk tidak memasok senjata ke zona konflik.

Dilansir dari Reuters, Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) menolak tawaran Denmark untuk memasok kendaraan tempur infanteri Piranha III ke Ukraina.

Bahkan, Swiss yang netral menerapkan aturan. Yakni, mengharuskan negara asing yang membeli senjata Swiss, untuk meminta izin jika ingin mengekspor kembali persenjataan yang dibelinya.

Sebelum memveto Denmark, Swiss juga menolak rencana ekspor ulang amunisi buatan mereka yang digunakan dalam tank anti-pesawat, yang dikirim Jerman ke Ukraina.

“Pertanyaan oleh Jerman mengenai apakah amunisi yang diterima dari Swiss dapat ditransfer ke Ukraina, dijawab negatif dengan mengacu pada netralitas Swiss dan kriteria penolakan wajib dari undang-undang bahan perang Swiss,” jelas SECO.

Tidak hanya itu, Swiss juga pernah menolak permintaan Polandia untuk memasok senjata kepada tetangganya, Ukraina, yang tengah menghadari invasi Rusia.

“Keinginan pertama Polandia sebenarnya untuk pengiriman senjata. Tapi itu tidak sesuai dengan netralitas kami. Saya menjelaskan itu dengan cukup jelas kepada (Perdana Menteri Polandia) Mateusz Morawiecki dan dia mencatatnya,” papar Presiden Swiss, Ignazio Cassis, kepada Swiss SRF.

“Kemudian, tentu saja, kepala pemerintahan Polandia mengharapkan dukungan penuh atas sanksi tersebut. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami tidak hanya mendukung sepenuhnya sejauh ini, tetapi bahkan melangkah lebih jauh,” terang dia.

Diketahui, Swiss telah berpisah dengan praktik masa lalu dan mengadopsi sanksi Uni Eropa yang dirancang untuk menghukum Rusia karena menginvasi Ukraina, sebuah serangan yang digambarkan Moskow sebagai operasi militer khusus, untuk melucuti senjata dan denazifikasi Ukraina.

Baca Juga:  Wujudkan perdamaian dunia, BKSAP DPR: Indonesia harus bisa jembatani konflik Rusia-Ukraina

Namun, upaya netralitas Swiss menghadapi tantangan terbesarnya dalam beberapa dekade ketika perdebatan domestik berkecamuk. Yakni, menafsirkan kebijakan yang menjauhkan Swiss dari kedua perang dunia selama abad ke-20. @rd