LENSAINDONESIA.COM: Mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyebut tidak ada pembenaran atas aksi invasi militer Rusia ke Ukraina. Namun, dia juga menolak jika Ukraina masuk ke NATO.

Angela Merkel masih memimpin Jerman ketika pemberlakuan sanksi Barat terhadap Rusia pada 2014. Menurut dia, Ukraina sekarang ini bukanlah seperti yang dikenal. Negara yang dipimpin Volodymyr Zelensky itu, kata dia, penuh dengan korupsi.

“Itu bukan Ukraina yang kita kenal sekarang… Negara itu tidak stabil, penuh dengan korupsi,” jelas Merkel dalam sebuah wawancara tentang Perjanjian Minsk, dilansir dari Reuters.

Ketik menjabat Kanselir, lanjutnya, dia berusaha keras untuk mencegah situasi di Ukraina.

“Sangat disayangkan bahwa itu tidak berhasil, tetapi saya tidak mencoba menyalahkan diri saya sendiri sudah,” tegas wanita berusia 67 tahun ini.

Dikatakan Merkel, perjanjian Minsk telah situasi situasi. Juga, memberi Ukraina waktu untuk menjadi seperti sekarang ini.

“Apa yang akan terjadi jika tidak ada yang peduli pada 2014 dan Putin melanjutkan? Saya tidak ingin tahu itu sama sekali,” papar dia.

Sementara, Angela Merkel fasih berbahasa Rusia. Dia tumbuh besar di wilayah bekas komunis Jerman Timur.

Bahkan, dia sempat mendapat kritik dari Amerika Serikat (AS) mendapat dan sejumlah negara lainnya karena mendukung pipa gas Nord Stream 2, yang dirancang untuk mengirimkan gas Rusia langsung ke Jerman.

Namun, mantan Kanselir itu membela kebijakannya untuk mendukung perdagangan dengan Rusia. Merkel menyebut, Eropa dan Rusia adalah tetangga yang tidak bisa dikunjungi satu sama lain. @rd

Baca Juga:  Wujudkan perdamaian dunia, BKSAP DPR: Indonesia harus bisa jembatani konflik Rusia-Ukraina