LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyoroti kurangnya jumlah Guru di Kota Surabaya.

Diketahui, saat ini total 1.100 guru baik SD maupun SMP yang dibutuhkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya untuk mengisi sekolah negeri maupun swasta.

Menurut Reni, Pemerintah Kota Surabaya melalui Disdik harus melakukan terobosan baru untuk mengatasi masalah ini.

“Kekurangan guru untuk sekarang ada sekitar 1.100 guru, ya harus dipenuhi. Maka Pemkot Surabaya membutuhkan skema-skema baru untuk dilakukan,” tegasnya saat ditemui lensaindonesia.com di gedung DPRD Surabaya, Rabu (08/06/2022).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyarankan agar Pemkot bekerjasama dengan perguruan tinggi di Surabaya. Agar mahasiswa di jurusan pendidikan bisa dilibatkan untuk berkontribusi mengurangi kekurangan guru di Kota Surabaya. Dengan begitu, Pemkot Surabaya juga membantu para mahasiswa untuk mengaktualisasikan mata kuliah yang didapat di kampus.

Tentunya mahasiswa juga akan diberikan nilai, untuk memenuhi syarat kelulusan.

“Jadi sama-sama diuntungkan. Namun menurut Saya skema ini tidak bisa berhenti disitu saja, karena mahasiswa juga memiliki waktu yang terbatas,” jelasnya.

Oleh karena itu, Reni meminta Disdik Kota Surabaya agar secepatnya menyeleksi guru yang masih berstatus tenaga outsourcing untuk menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

“Pastinya para guru (outsourcing) itu nanti masuk dengan melalui seleksi ya. Tentunya, dilengkapi syarat-syarat yang diperlukan. Jadi, tidak secara otomatis langsung bisa menjadi PPPK,” tegasnya.

“Disdik perlu menyiapkan teknis maupun nonteknis, untuk rekrutmen guru. Kalau kekurangan guru ini tidak diselesaikan.

Maka akan mengganggu proses pembelajaran di kelas,” pungkasnya.@arga/ADV