LNSAINDONESIA.COM: Pemkab Ponorogo melakukan langkah gerak cepat dalam penanganan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) hewan ternak. Bahkan, pemerintahan yang dipimpin Sugiri Sancoko ini menganggarkan Rp 2 miliar untuk menangani wabah tersebut.

Anggaran tersebut diambilkan dari anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan PMK yang saat ini menjangkiti ratusan sapi di Ponorogo.

“Penanganan PMK harus dipercepat, makanya kita anggarkan lewat belanja tidak terduga (BTT),” jelas Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Menurut dia, penanganan terhadap sapi yang suspek hingga sudah terjangkit PMK jadi langkah prioritas. Itu dilakukan demi menekan sebaran dari PMK.

Kang Giri, sapaan akrabnya, mengatakan percepatan penanganan dilakukan selama tiga bulan ke depan.

Dan, menganggarkan BTT untuk penanganan PMK itu sebanyak Rp 2 miliar. Jumlah itu digunakan untuk pengadaan obat, satgas, penanganan dan kerja serentak dari berbagai lintas sektor.

Kang Giri berharap, penanganan yang ditanggung oleh Pemkab Ponorogo, maka PMK semakin mudah dipetakan dan ditangani. “Dengan penanganan yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah, semoga PMK cepat tertangani dan bisa dipetakan sebarannya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Masun mengatakan, kini pihaknya sudah dapat kepastian dari penyedia obat. Mereka sanggup untuk mendistribusikan obat PMK ini rutin seminggu sekali.

“Distribusi obat memang sempat tersendat. Namun, sudah ada penyedia yang akan rutin mengirimkan obatnya seminggu sekali,” paparnya. @rd

Baca Juga:  Di tengah panasnya suhu politik, Jokowi mendadak perintahkan 'Lockdown' wilayah, emang ada apa?