LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah pusat menilai tata kelola Pemkab Jember kian membaik, dari sebelumnya. Dari nilai tata kelola D menjadi B.

“Kemarin pada akhir 2021, kami mendapatkan nilai tata kelola pemerintahan B. Dari D menjadi B, dari jelek menjadi baik. Artinya mereka (birokrasi Pemkab Jember) bekerja bagus,” jelas Bupati Hendy Siswanto kepada awak media.

Namun demikian, Hendy meminta agar kinerja birokrasi di Pemkab Jember terus ditingkatkan. Diantaranyaaa, dengan melakukan ‘penyegaran’ di pos-pos tertentu.

“Setiap orang harus berprestasi untuk meraih karir yang bagus. Tapi kami punya kebijakan melihat kinerja, mereka bisa ditempatkan di tempat lain yang (membuat) bisa bekerja lebih bagus lagi. Yang dipindahkan maupun tidak dipindahkan semua keren,” tegas dia.

Bahkan, era kepemimpinan Hendy, dia sudah banyak melakukan perobakan. “Lurah kita banyak yang perempuan. Kami memang cari yang masih muda. Besok mereka harus mengamankan kegiatan politik mulai 2023. Jadi mereka butuh power kuat. Anak muda kita kasih kesempatan,” terangnya.

Meski, diakui Hendy, masih banyak kendala yang dihadapi birokrasi. Diantaranya, masalah golongan jabatan yang mandek. “Yang pensiun banyak, regenerasinya kurang. Terlambat. Kami sedang mengolaborasikan semua teman agar semua punya skill. Kalau ada kekurangan, nanti masih ada kesempatan untuk rolling (mutasi) lagi. Tapi intinya mereka diberi kesempatan untuk berkreasi. Kita kawal terus,” papar dia.

Bahkan, Hendy meminta agar seluruh aparatur sipil negara Kabupaten Jember untuk bersikap netral. Memberikan pelayanan terbaik kepada semua pihak di tahun politik. Selain itu, mereka juga harus berinovasi membangkitkan perekonomian Jember yang sempat terpuruk selama pandemi.

“Kebangkitan ekonomi cuma satu, mengumpulkan orang banyak. Berkolaborasi dengan kades, membikin acara. Kalau mengumpulkan orang banyak, UMKM masuk, pasti berjalan. Sekarang ini (UMKM) tidak ada yang beli, harus dikumpulkan dulu, ada kegiatan, baru beli. Teman-teman seharusnya bergerak semua,” pungkasnya. @rd