LENSAINDONESIA.COM: Setelah PAN (Partai Amanat Nasional) diterpa isu perpecahan, kini giliran PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Bahkan, Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, mendadak dituntut untuk segera mundur.

Benarkah ada skenario untuk ‘menggulingkan’ kursi Ketum PPP di tengah keharmonisan KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) menuju Pemilu 2024?

Aksi desakan untuk mundur dari Ketum PPP itu dilakukan ratusan massa yang mengatasnamakan kader dan simpatisan PPP di depan Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Koordinator Aksi, M Somad, mendesak Ketum PPP, Suharso Monoarfa mundur dari jabatannya. “Kami dari anggota DPC, hari ini datang ke sini untuk menuntut Suharso Monoarfa lengser dari Ketum PPP,” jelas Somad, kepada awak media.

Bahkan, dikatakan Somad, aksi massa itu terpaksa dilakukan. Pasalnya, sebelum pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan sang Ketum. Namun, kata dia, tak ada jawaban, sehingga mereka terpaksa menggelar unjuk rasa.

“Kami sudah melakukan beberapa langkah, bertemu, berdialog, dan sebagainya, tapi mereka mengabaikan dan jangan salahkan kader jika melakukan perlawanan,” tegas dia.

Somad menuding, jika Suharso tidak menerapkan demokrasi di tubuh PPP. “Suharso tidak mendengarkan juga, kemudian para majelis syariah pertimbangan tidak melakukan apapun, maka jangan salahkan kader melakukan satu hal diluar prosedural,” terang dia.

“Kami menginginkan pemimpin (PPP) yang amanah, tidak khianat, adil, dan bijaksana,” kata Somad lagi.

Sementara, ratusan massa menuntut Ketum PPP Suharson lengser dan mundur dari posisinya. Lantaran, mereka menganggal elekstabilitas partai yang makin menurun. @rd

Baca Juga:  Meski punya elektabilitas tinggi, benarkah nasib Ganjar hanya jadi jurkamnya Puan?