LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan melakukan Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog lalu beralih ke TV digital secara bertahap di Indonesia.

Tahap pertama sudah terlaksana pada 30 April 2022 di beberapa wilayah. Rencananya, tahap kedua akan dilaksanakan mulai 25 Agustus dan tahap terakhir mulai 2 November 2022 mendatang.

Masyarakat yang tidak memiliki TV digital tidak perlu membeli TV baru untuk menikmati siaran digital. TV analog tersebut masih bisa digunakan, asal menggunakan perangkat pendukung yang disebut Set Top Box (STB).

Masyarakat bisa membeli STB dengan harga yang bervariatif mulai Rp 113 hingga Rp 400 ribu, tergantung merek. Bila tergolong dalam daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS), masyarakat akan mendapat STB secara gratis dari pemerintah.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Henri Subiakto menjelaskan, masyarakat dapat mendaftarkan bansos online dengan mengunduh aplikasi ‘Cek Bansos’ terlebih dahulu di PlayStore.

Pada aplikasi Cek Bansos dapat memilih menu daftar usulan. Dari daftar usulan dapat mendaftarkan diri bagi yang namanya sudah terdaftar di DTKS.

Kemudian pada menu daftar usulan, pilih menu tambah usulan. Lalu cantumkan NIK, KTP dan KK. Nantinya, sistem akan memvalidasi serta mencocokkan data sudah sesuai atau belum.

“Jika nama Anda sudah tervalidasi, selanjutnya bisa memilih jenis bansos yang akan diajukan. Salah satunya adalah pemberian alat STB gratis,” terangnya.

Untuk distribusi STB gratis akan dilakukan secara door to door, sekaligus verifikasi dan validasi penerima akan dilakukan pada saat pendistribusian oleh PT Pos.

Berikut mekanisme pemberian STB gratis dari pemerintah melalui PT Pos:

– STB dikirimkan ke lokasi di kabupaten/kota, pada gudang penyelenggara Pos/Logistik
– Pengiriman dengan mekanisme door-to-door pada penerima bantuan.

Baca Juga:  Kemendagri bantu Kemenkominfo input data warga penerima STB gratis TV digital

– Petugas melakukan verifikasi dan validasi Data Penerima Bantuan (KTP, KK dan kepemilikan TV).

– Jika tidak sesuai maka perangkat kembali ke gudang.

– Jika sesuai, maka akan melakukan serah terima bantuan STB dan instalasi perangkat. Ini dilakukan hingga bisa beroperasi serta berfungsi dengan baik.

– Petugas memindai QR Code melalui WhatsApp yang ada pada layar TV dan STB sudah terpasang. Petugas memasukkan data penerima yakni nama, NIK/KK, alamat, foto penerima bantuan, serta KTP lewat WhatsApp.

– Petugas menyiapkan berita acara serah terima sah dan bisa dipertanggungjawabkan. @wendy/andiono