LENSAINDONESIA.COM: Tiga klub sepakbola nasional diduga terlibat investasi bodong. Yakni, Madura United, Persija dan Bhayangkara FC. Bahkan, dari ketiga klub tersebut Bareskrim Polri menyita uang Rp 1,5 miliar.

Kasus yang meresahkan masyarakat tersebut adalah investasi bodong robot trading Viral Blast. Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyita uang senilai total Rp 23 miliar. Dan, uang sebesar Rp 1,5 miliar diantaranya berasal dari klub sepakbola Madura United, Persija, dan Bhayangkara FC.

Dalam keterangannya, Kasubdit TPPU Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Kombes Pol Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana memaparkan, selain dari tiga klub sepakbola tersebut, uang Rp 23 miliar itu berasal dari para tersangka lain senilai Rp 20 miliar, Rp 45 juta dari exchanger dan Rp 1,4 miliar dari sebuah dealer di Surabaya.

“Total uang yang sudah disita sebesar Rp 23,045,000,000. Uang Rp 1,5 miliar di antaranya dari Madura United, Persija, Bhayangkara FC,” tegas Robertus dalam keterangan resmi, dilansir TrenAsia.

Robertus juga menjelaskan, uang senilai Rp 1,4 miliar merupakan Down Payment (DP), uang Mercy tersangka PW dari Dealer di Kedaung Surabaya.

Sementara, di kasus penipuan investasi bodong berkedok robot trading ini, Bareskrim sudah menetapkan empat orang tersangka. Yakni, RPW, MU, ZHP dan PW. Namun, untuk tersangka PW telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kini, Bareskrim telah merampungkan berkas perkara atas nama tiga tersangka, yaitu RPW, MU dan ZHP. Berkas perkara untuk ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimbahan berkas P21 itu dilakukan secara daring atau online melalui zoom dengan perwakilan jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Baca Juga:  Tersangka korupsi di Kemenhan dapat perlakuan istimewa dari Kejagung

Adapun ketiga tersangka kasus penipuan investasi bodong robot trading Viral Blast telah ditahan di Rutan Bareskrim. Hingga kini Bareskrim telah melakukan pemeriksaan terhadap 45 saksi.

Tak hanya itu, Bareskrim juga menyita sejumlah asset. Diantaranya, lima unit mobil, dua unit rumah, dan dua unit apartemen.

Diketahui, kasus tersebut berawal dari produk yang dijual perusahaan berupa e-Book kepada member dengan embel-embel pembelajaran untuk trading. Selanjutnya, member diharuskan menyetorkan sejumlah uang untuk e-book tersebut.

Uang hasil penjualan tersebut dimasukan ke dalam rekening exchange kemudian akan disetorkan kepada pengurus aplikasi tersebut.

Sementara, Viral Blast Global merupakan perusahan robot trading yang berada dibawah Smartcater.co.Ltd, dan berada di Thailand.

Bahkan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menetapkan Viral Blast Global sebagai salah satu perusahaan investasi bodong dari 336 robot trading yang telah diblokir. @rd