LENSAINDONESIA.COM: Melalui program bea siswa Triple Helix dari Pemkot Surabaya, Law Firm Handiwiyanto & Associates menggandeng Universitas Surabaya (Ubaya) untuk turut serta mengambil bagian dalam mencetak generasi unggul di bidang hukum.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Kampus Ubaya, Rabu (22/6/2022). Dan, dengan adanya kerjasama itu, nantinya lulusan terbaik Fakultas Hukum Ubaya yang mendapatkan bea siswa Triple Helix dari Pemkot Surabaya, akan berkesempatan untuk magang di Law Firm Handiwiyanto & Associates.

Menurut Billy Handiwiyanto SH MH, Managing Partner Handiwiyanto & Associates, waktu magang yang diberikan pun cukup lama. Yakni, selama tiga tahun bagi lulusan terbaik FH Ubaya. “Nanti lulusan terbaik program bea siswa pemkot dari Fakultas Hukum Ubaya bisa magang di tempat kami, dengan jangka waktu tiga tahun,” jelas Billy Handiwiyanto.

Dalam program magang itu, nantinya peserta magang akan mendapatkan ilmu hukum beracara, yang tidak diperoleh di bangku kuliah. Tidak hanya ilmu litigasi, tetapi juga non litigasi. Termasuk, praktik beracara untuk mengikuti persidangan di pengadilan.

“Nantinya juga bisa praktik dengan bersidang di pengadilan didampingi advokat dari kantor kami,” terang Billy.

Ilmu beracara maupun praktik di lapangan inilah yang nantinya akan menjadi bekal para peserta magang sebagai persiapan untuk terjun ke dunia.

Bahkan, kata Billy, apabila para peserta magang ini berprestasi, maka Law Firm Handiwiyanto & Associates membuka kesempatan untuk merekrut mereka. “Kebutuhan kami spesialisasi perdata, pidana dan pajak,” tandas Billy.

Sementara, Dekan Fakultas Hukum (FH) Ubaya, Yoan Nursari, berharap kerjasama tersebut dapat berjalan dengan baik. Dan, penandatangan kerjasama dihadiri semua pihak. “Benar mas, penandatanganan sekitar pukul 10.00 WIB,” kata dia.

Diketahui, Pemkot Surabaya menelurkan sebuah program bea siswa Triple Helix. Yakni, program pendidikan yang diharapkan oleh pemerintah adanya Link and Match antara  pendidikan  yang  diajarkan dengan keperluan kompetensi yang terdapat di industri.

Program ini tentunya dapat membantu Indonesia dalam mempersiapkan penduduk  usia

produktif dalam memasuki Revolusi Industri 4.0. Untuk itu, Pemkot Surabaya berkomitmen dalam menyediakan pendidikan bagi warga kota Surabaya. Melalui kerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya) dan Law Firm Handiwiyanto & Associates, Pemkot Surabaya  bakal menyiapkan warganya dengan peningkatan kompetensi untuk menghadapi Revolusi  Industri  4.0. Sedangkan, Ubaya merupakan universitas swasta terbaik di Jawa Timur tahun 2021 berdasarkan pemeringkatan versi Kemenristekdikti. Melalui kegiatan tri-dharma, Ubaya memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul bagi dunia bisnis dan industry, seperti yang diharapkan oleh Pemkot Surabaya.

Diapresiasi Peradi dan DPRD

Law Firm Handiwiyanto & Associates yang memberikan kesempatan untuk magang bagi lulusan terbaik Fakultas Hukum Ubaya mendapatkan apresiasi dari DPC Peradi Surabaya. Dikatakan Hariyanto SH MH, Ketua DPC Peradi Surabaya, bahwa semua profesi, khususnya advokat, tidak dapat dipisahkan dengan kampus atau akademisi.

“Karena apapun profesi kita lahir dari kampus. Setelah itu, baru kita menekuni lagi di bidang profesi,” papar Hariyanto.

Sehingga, lanjut Hariyanto, jika ada rekan sejawatnya, seperti George Handiwiyanto, pendiri Law Firm Handiwiyanto & Associates, mempunyai pemikiran tersebut maka dinilai sangat tepat.

“Karena sangat menghargai komunitas kampus. Kalau kampusnya baik dan lulusannya baik, minimal mempunyai kontribusi di dalam profesi yang sudah dimulai oleh Pak George,” tambahnya.

Hariyanto pun mendukung pemikiran George Handiwiyanto dalam mencetak generasi unggul di bidang hukum. “Sebab menjadi nilai dan contoh yang sangat bagus. Apapun di dunia profesi harus memberikan kontribusi kepada kampusnya,” harapnya.

Bahkan, kata Hariyanto lagi, harus ada keterkaitan antara profesi advokat dengan kampus. Sehingga, nantinya mahasiswa terbaik dapat kemudian direkrut praktisi hukum handal di bidangnya.

“Saya kira Pak George sangat membutuhkan advokat yang berkualitas. Dan, advokat juga membutuhkan sarana mengembangkan karir di dunia profesi advokat,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah. Menurut dia, menerima lulusan terbaik FH Ubaya berarti memberikan kesempatan dan pengalaman kerja bagi mahasiswa yang baru lulus FH Ubaya. “Seperti diketahui, lulusan hukum itu banyak dan mereka memerlukan pengalaman bekerja,” tutur Khusnul Khotimah.

Ning Kaka, panggilan akrabnya, berharap ilmu yang diperoleh dari magang tersebut dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang.“Apresiasi dan tentunya menjadi momentum untuk memotivasi anak-anak Surabaya,” pungkas dia. @rd