LENSAINDONESIA.COM: Seorang duda di Tambaksari Surabaya berinisial HA (45) diduga telah melakukan pencabulan terhadap bunga (nama samaran) gadis berusia 13 tahun penyandang disabilitas.

Tindak asusila tersebut dilakukan HA pada 15 Juni 2022 dini hari. Hal ini diungkapkan NV ibu korban saat memenuhi panggilan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan, Rabu (22/06/2022).

“Semoga polisi cepat menemukan si pelaku (HA). Dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” ucap NV penuh harap.

NV mengungkapkan, sebelum kejadian dini hari itu, pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB ia meminta Bunga masuk ke kamarnya untuk tidur. Ketika itu, Bunga pun menuruti perintah ibunya. Karena melihat putrinya sudah masuk kamar, NV pun juga beranjak masuk ke kamar untuk tidur.

Kemudian pada tengah malam NV terbangun karena merasa perutnya lapar. Ia lantas menuju dapur untuk makan. Namun melewati kamar putrinya, ia mendapati Bunga dalam keadaan kosong.

Karena putrinya tidak ada di kamar, NV pun mencari ke ruang depan dan kamar mandi. Namun hasilnya nihil, Bunga tidak ada di dalam rumah. NV pun mulai panik.

“Setelah di rumah tidak ada, saya mulai bertanya pada tetangga, tapi tidak ada yang tahu. Lalu sekitar pukul 03.00 WIB saya melihat anak saya keluar dari rumah pelaku,” ungkap NV dengan nada sedih.

Mengetahui Bunga keluar dari rumah tetangga itu, NV sempat akan memarahi, namun hal itu urung ia lakukan karena Bunga terlihat sedih dengan tatapan mata yang kosong.

“Akhirnya saya mengajak dia bicara (dengan bahasa isyarat). Dia mengakui apa yang telah dialaminya (pelecehan),” ujar NV yang tak mampu membendung tangis.

Baca Juga:  Setelah 6 bulan, kakek tersangka pencabulan bocah 9 tahun akhirnya ditahan

Karena tidak sanggup menahan kesedihan, NV lantas meminta awak media melanjutkan wawacara PI, kakaknya yang ikut mendapingi di Mapolrestabes Surabaya.

PI yang terlihat lebih tegar menceritakan pun menceritakan, bahwa Bunga dengan bahasa isyarat mengaku bahwa saat itu dirinya sedang duduk di teras rumah didatangi oleh pelaku diajak ke rumahnya dengan diimingi diberikan kue dan uang.

“Ponakan saya diajak ke rumahnya akan diberi kue dan uang, sehingga dia mau mengikuti. Dan di sana mendapat pelecehan seksual,” ungkapnya.

Kejadian ini, lanjut PI, membuat keluarganya marah sehingga langsung mendatangi rumah HA. Ketika itu HA hanya diam saja, tidak menjawab saat dicecar pertanyaan oleh keluarga NV.

“Kami bertetangga sudah cukup lama dan sudah kenal baik, dan tidak menyangka kalau perlakuannya yang sangat baik seminggu sebelumnya itu, ada maksud tertentu,” bebernya.

Sementara itu, warga yang mendengar kabar adanya tindak asusila, mereka lalu mendatangi rumah AH. Namun sayang saat itu AH sudah sudah tidak ada di rumah dan belum kembali pulang hingga saat ini.

“Keluarganya mengaku tidak mengetahui kepergian pelaku, sehingga kami sepakat menempuh jalur hukum,” ucap PI.

“Semoga Polisi cepat menemukan, dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” tambah wanita yang memiliki rambut sepinggang yang dikuncir kuda itu.

Sementara itu, Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Wulan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Saat ini, pihaknya masih memeriksa saksi. “Iya bener, masih pemeriksaan,” ujarnya singkat.@rofik